Uncategorized

Sleep Everywhere

Sekarang seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan, akhir-akhir ini sering sekali ketiduran.

Di bulan Ramadhan alhamdulillah selalu ada orang yang mengajak untuk salat tarawih. Ditolak malu diterima bisa nambah pahala bulan puasa kan? Meski begitu gue bener-bener nggak kuat. Godaan si iblis yang terus menggantung di kedua bulu mata.

Karena itu gue mencari-cari sebuah cara agar mata gue tetep melek sambil salat.

  1. Menatap tajam-tajam sajadah

Gue berpikir dengan menatap kuat-kuat gambar yang ada di sajadah,dapat membuat mata gue tegang. Tapi saking tegangnya mata gue jadi perih dan lelah alhasil gue nutup mata, hampir ketiduran. Selain itu menatap gambar di sajadah membuat gue berimajinasi. “Oh itu kayak ada monster mau makan bunga” “Oh! Itu kayak lagi naik tali” Oh! Itu kayak ada dua mata yang liatin gue,ngerii” begitulah yang terjadi, salatnya tidak fokus.

2. Membuat sebuah cerita

Kalau yang satu ini kayaknya nggak terlalu dibenarkan, tapi cukup mengurangi kantuk. Karena kantuk itu terjadi karena kita terlalu fokus mendengar, jadi saat tiba-tiba anda mulai jenuh cobalah untuk membuat sebuah cerita imajinasi. Saat itu gue mencoba memikirkan sebuah cerita sederhana tentang gue yang bertemu seorang tamu dari Korea. Selagi memikirkan itu, tidak terasa sudah memasuki gerakan rukuk. Waduh! Gue cepat-cepat bergerak mengikuti yang lainnya. Hush~ untunglah tidak terlalu terlambat. Mengantuk sih tidak, tapi hampir saja gue terlihat bodoh. Eihh..nggak lagi-lagi deh.

3. Menampar pipi

Misalnya pipi kamu ditampar rasanya gimana? Ya.. sakitlah bego! Gue beri tamparan-tamparan kecil ke pipi, untuk beberapa saat itu bekerja setelah rakaat ke 2 jadi useless. Waktu nampar, ibu-ibu di samping gue kayaknya berpikir “Apa harus gue tampar juga dia?”

4. Menatap sekitar

Mungkin kantuk itu mucul karena adanya rasa jenuh dalam diri kita. Makanya ketika gue merasa mengantuk tapi sebelum salat dimulai, gue mencoba untuk melihat sekitar. Tengok ke belakang ada dedek foker face lagi liatin gue dengan inocentnya. Tengok ke atas, “Wah! Langit-langitnya warnanya putih! (Udah dari dulu juga kali) Terus ada lagi, “Wah! ada pertarungan UVC yang diperankan oleh cicak-cicak di dinding, eh salah di langit-langit.

Dan begitulah kerjaan gue selam tarawih. Bangke banget. Setidaknya  udah berusaha biar tahun depan dapat cara yang lebih efektif lagi.

Ngomong-ngomong ketiduran, waktu istirahat kerja gue balik ke mess karyawan yang kebetulan dekat dengan kantor. Malam sebelumnya gue begadang buat nonoton episode terbaru dari salah satu drama korea mungkin sampai jam 11.00pm. Di mess gue berniat tidur selama 5-10 menit, tapi karena lupa bawa ponsel, nggak bisa set alarm. Alhasil 1 jam berlalu mungkin ditambah waktu istirahat yang gue pakai untuk salat dan lainnya total jadi 2 jam. Sial ! Gue bangun dengan jantung berdegup. Tapi pas sampe kantor nggak ada yang sadar gue menghilang. Kayaknya gue cocok pake sebutan invisible woman.

Thanks for visiting.

follow ig @minminshy

Advertisements
Uncategorized

RE-STRUK-TUR-RISASI

Sudah pernah nonton drama korea “Radiant Office”?

Tepat setelah drama tersebut berakhir, aku mendengar sebuah cerita yang hampir sama disini. RE-STRUK-TUR-RISASI. Walaupun disini tidak ada pemecatan karena restrukturisasi ini terjadi karena ada salah satu karyawan yang mengundurkan diri.

Pemindahan jabatan ini juga terjadi karena adanya suatu koneksi antara pegawai lama dengan KETUA atau Presdir Group pemegang perusahaan. Persis seperti di drama Briliant Legacy sang Ketua ingin membalas budi pada pegawai tersebut yang telah mengabdi kepadanya selama berpuluh-puluh tahun lamanya sedikit berbeda memang alasannya (di drama Ketua ingin membalas budi karena sudah merawatnya ketika hilang ingatan).

Pegawai tersebut meminta untuk mempekerjakan anaknya. Dia juga bersikeras untuk menempatkan anaknya yang baru saja lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Accounting di bagian staff administrasi. Karena perusahaan aku ini bekerja di bidang penyediaan makanan dan minuman anggaplah ‘Rumah Makan’ sebenarnya lebih membutuhkan tenaga tambahan di baguan pelayanan costumer.

Persis seperti GM SEO di Radiant Office yang secara terang-terangan mengatakan akan adanya restrukturisasi ini ke bawahannya, untuk beberapa hari setelah perbincangan itu aku merasa terguncang. Akan ada pemindahan dan penukuran job di tim dimana aku berada. Aku akan mengambil alih pekerjaan bapak “KW” dan bapak “KW” tersebut akan menggantikan bapak “WF” lalu bapak “WF” lah yang bernasib buruk karena menurut pandanganku dia akan diturunkan dari jabatannya. Karena itu aku merasa tidak nyaman terlebih lagi disbanding dia aku masih terbilang ‘anak baru’.

Meski pak manajer beralasan bahwa bapak “WF” selaku ‘staff pembelian’ tidak diperbolehkan memegang bagian ‘pembelian’ lebih dari 1 tahun, aku merasa itu Cuma omong kosong saja. Menurut pandanganku alasan yang sebenarnya adalah adanya rasa kurang puas terhadap kinerja bapak “WF” tersebut. Terlebih lagi dia sering berkata akan ketidakpuasannya kepadaku dan beberapa orang lain mengenai kinerja bapak “WF”.

Dan hari ini bapak “WF” dipanggil untuk menghadap Pak Manajer. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam ruangan itu meski samar terdengar pembicaraan mereka yang begitu pelan. Dari ekspresi yang aku lihat setelah bapak “WF” keluar sepertinya bukan hal yang baik. Karena sebelum dia masuk, dia masih menggunakan muka yang berseri berbeda dengan muka yang baru saja aku lihat. Apakah yang dibicarakannya tentang ‘Restrukturisasi’ ? Kalau bukan tidak biasanya dia membereskan apa yang ada di dalam lacinya. Memilah milah barang yang terpakai dan tidak terpakai. Juga kenapa photo anaknya yang ia tempelkan di atas meja tiba-tiba ia lepas?

Masih terlalu banyak dugaan untuk menyimpulkan. Tapi aku berharap alurnya tidak akan berubah menjadi drama “Mystery’s Queen”. Aku juga berharap tidak akan ada perasaan tidak nyaman jika peristiwa ini benar-benar harus terjadi.