Uncategorized

RE-STRUK-TUR-RISASI

Sudah pernah nonton drama korea “Radiant Office”?

Tepat setelah drama tersebut berakhir, aku mendengar sebuah cerita yang hampir sama disini. RE-STRUK-TUR-RISASI. Walaupun disini tidak ada pemecatan karena restrukturisasi ini terjadi karena ada salah satu karyawan yang mengundurkan diri.

Pemindahan jabatan ini juga terjadi karena adanya suatu koneksi antara pegawai lama dengan KETUA atau Presdir Group pemegang perusahaan. Persis seperti di drama Briliant Legacy sang Ketua ingin membalas budi pada pegawai tersebut yang telah mengabdi kepadanya selama berpuluh-puluh tahun lamanya sedikit berbeda memang alasannya (di drama Ketua ingin membalas budi karena sudah merawatnya ketika hilang ingatan).

Pegawai tersebut meminta untuk mempekerjakan anaknya. Dia juga bersikeras untuk menempatkan anaknya yang baru saja lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Accounting di bagian staff administrasi. Karena perusahaan aku ini bekerja di bidang penyediaan makanan dan minuman anggaplah ‘Rumah Makan’ sebenarnya lebih membutuhkan tenaga tambahan di baguan pelayanan costumer.

Persis seperti GM SEO di Radiant Office yang secara terang-terangan mengatakan akan adanya restrukturisasi ini ke bawahannya, untuk beberapa hari setelah perbincangan itu aku merasa terguncang. Akan ada pemindahan dan penukuran job di tim dimana aku berada. Aku akan mengambil alih pekerjaan bapak “KW” dan bapak “KW” tersebut akan menggantikan bapak “WF” lalu bapak “WF” lah yang bernasib buruk karena menurut pandanganku dia akan diturunkan dari jabatannya. Karena itu aku merasa tidak nyaman terlebih lagi disbanding dia aku masih terbilang ‘anak baru’.

Meski pak manajer beralasan bahwa bapak “WF” selaku ‘staff pembelian’ tidak diperbolehkan memegang bagian ‘pembelian’ lebih dari 1 tahun, aku merasa itu Cuma omong kosong saja. Menurut pandanganku alasan yang sebenarnya adalah adanya rasa kurang puas terhadap kinerja bapak “WF” tersebut. Terlebih lagi dia sering berkata akan ketidakpuasannya kepadaku dan beberapa orang lain mengenai kinerja bapak “WF”.

Dan hari ini bapak “WF” dipanggil untuk menghadap Pak Manajer. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam ruangan itu meski samar terdengar pembicaraan mereka yang begitu pelan. Dari ekspresi yang aku lihat setelah bapak “WF” keluar sepertinya bukan hal yang baik. Karena sebelum dia masuk, dia masih menggunakan muka yang berseri berbeda dengan muka yang baru saja aku lihat. Apakah yang dibicarakannya tentang ‘Restrukturisasi’ ? Kalau bukan tidak biasanya dia membereskan apa yang ada di dalam lacinya. Memilah milah barang yang terpakai dan tidak terpakai. Juga kenapa photo anaknya yang ia tempelkan di atas meja tiba-tiba ia lepas?

Masih terlalu banyak dugaan untuk menyimpulkan. Tapi aku berharap alurnya tidak akan berubah menjadi drama “Mystery’s Queen”. Aku juga berharap tidak akan ada perasaan tidak nyaman jika peristiwa ini benar-benar harus terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s