Story

Sesuatu yang Berubah Berantakan

Hari ini 23 Februari 2017 cuaca masih belum konsisten. Langit cerah dan angin bertiup dengan sendu. Matahari perlahan muncul. Suasana seperti itulah yang terjadi pagi tadi. Padahal hujan sudah mengguyur tempat ini semalam.

Cuaca cerah hati senang, cuci pakaian pasti kering semua. Ketemu panas di musim penghujan itu anugerah. Maklum saja tinggal di daerah puncak emang nggak pas di musim penghujan seperti ini. Apa boleh buat cucian harus kering lebih dari satu minggu, dari pagi sampai datang lagi pagi rasanya masih sama gelap seperti masuk ke dunia yang ada di film Silent Hill. Gelap dan lembab ditambah hujan yang tak kunjung reda. Kabut-kabut masuk ke dalam ruangan, tanpa ada pemanas atau apapun itu di dalam sana begitu terasa dingin. Karenanya ketika matahari pagi itu muncul rasanya seperti kembali ke dunia nyata.

PicsArt_02-23-10.13.07.jpg

Pagi ini aku melewatkan sebuah sarapan pagi. Sebenarnya akhir-akhir ini memang sering seperti itu.. kegiatan memasak di pagi hari sungguh tidak menyenangkan. Aku lebih senang memperpanjang mimpu dari pada harus bangun untuk menyiapkan sebuah sarapan. Walaupun begitu pergi tanpa perut kosong atau membuat perut kosong sampai jam makan siang, hal itu tidak pernah terjadi. Toh kan makanan bisa didapat dimana saja, gratis pula.

Di tempat kerja, tiga dari empat rekanku tidak bisa hadir. Satu karena sakit dan yang dua memang sudah dijadwalkan libur. Sepi memang, tapi itu menyenangkan! Pekerjaan lancar, hati damai, tidak harus merasa risih dengan lingkungan sekitar dan pada intinya aku merasa nyaman.

Koneksi internet dan lagu yang mengalun disepanjang hari ini melengkapi segalanya. Perasaan marah dan kesal yang kurasakan kemarin Rabu, sudah kuijinkan untuk pergi dan menghilang. Lagu yang paling berkesan hari ini berjudul ‘Yesterday dinyanyikan oleh BTOB’. Sesekali cek akun social media, menunggu balasan dari komentar yang aku lemparkan kepada @yu.hyunjin salah satu anggota band Cold Cherry. Tapi semakin ditunggu jadi terlau berharap berlebihan karena mungkin saja ia menganggapnya sebagai angin lalu. Yang pada akhirnya sore hari tadi dia membalas dengan balasan yang kurang aku pahami. Sampai tulisan ini dibuat aku masih memikirkannya, maksudnya apa ya?

Semakin berjalannya waktu mentari semakin meredup tergantikan oleh awan-awan hitam yang berterbangan dilangit. Satu persatu awan itupun menjatuhkan muatannya. Hujan…

picsart_02-23-10-08-00

Kali ini aku meninggalkan payung pink kesayangan di rumah. Lalu bertanya-tanya ‘Ketika pulang nanti, masih hujan kah? Kalau masih harus hujan-hujanan kah? Atau haruskah meminjam payung?’ at least menemukan sebuah jas hujan yang tidak terpakai dan jadilah dia payung darurat. Dan untunglah hujan turun dengan kadar yang semestinya.

Hari ini banyak hal yang tidak terkendali. Aku mencoba merencakan akan seperti apa hari ini. Namun semua hal yang tidak terkendali itu berakhir dengan caranya sendiri.

Plan is always become a plan and the way out always find it’s way..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s