poem

Kata Kata Orang Gila

Lidah lebih tajam daripada pedang
Pepatah yang sederhana namun berarti luar biasa. Setiap kata yang terucap menentukan nasib masa yang akan datang.
Setiap kali mulut terbuka dan kata terucap hati dan pikiran menjadi satu. Pikiran menentukan kalimat apa yang akan terucap sedangkan hati menentukan seberapa benar kata itu. Menyakitkankah? Jika tidak menyatu bukankah yang seperti itu disebut orang gila. Tidak memakai hati dan pikiran untuk bertindak.
Hari ini ada orang gila bicara padaku. Harusnya tidak ku masukkan dalam hati karena dia hanya orang gila, tapi mau bagaimana lagi kata-katanya begitu menusuk ke dalam hati. Bahkan memaksa air mata untuk keluar. Beruntung keadaan tidak mengizinkanku melakukannya. Menahannya di dalam hati juga bukan keputusan yang benar. Mungkin aku bisa melakukan hal yang lebih gila seperti membunuh orang gila itu.
Bodoh.
Sudah tahu seberapa sakit dan terluka tapi tetap saja masih bisa bercanda, tertawa dan tersenyum pada orang lain. Apakah ada tempat dimana aku bisa meluapkan semua yang ada dalam hati. Bahkan aku tidak punya satupun orang untuk bersandar. Sekedar mengatakan apa yang membuatku sedih. Satu pun tidak ada.
Perasaan seperti ini benar-benar aku benci. Karena perasaan seperti menghilangkan perasaan lainnya. Lapar, luka dan bahagia. Satu hal yang terpikirkan hanyalah pergi menyendiri ke tempat dimana tak ada seorang pun yang melihat dan mendengarkanku. Tapi apakah aku akan baik-baik saja jika sendiri? Tidakkah aku akan mencoba pergi ke surga sana?
Seseorang tolong selamatkan aku dari perasaan ini dan tolong jauhkan aku dengan orang gila itu. Aku bukan orang yang kuat yang bisa menangani semua ini.

Pilihannya adalah……
Aku yang lenyap
Atau
Dia yang lenyap

Advertisements
Story

Warm Light

Berjalan di tengah malam yang dingin dan gelap. Tak kusangka akan menemukan satu titik hangat nan bercahaya. Alangkah senangnya jika bisa kudekati itu. Tapi hanya bisa kupandang dari jauh. Gemerlapnya menggetarkan hati. Ini bukan saat yang tepat untuk mendekati cahaya itu. Mungkin butuh 7 sampai 30 malam untuk mendekatinya. Itupun jika cahaya itu masih tetap ada di tempat yang sama seperti malam ini.
Berbalik menjauh untuk malam ini. Menemani kesunyian dalam dingin malam. Menatap kosong kedepan. Mencari jalan menuju cahaya hangat.
Awal yang indah untuk hari ini. Memberikan sedikit nafas untuk hari esok.
Dear ‘Warm Light’ would I meet U tomorrow?